Sebuah kisah

Kebingungan yang menghancurkan hidupmu

Ada seorang lelaki dan perempuan yang baru saja meresmikan hubungannya, mereka melakukan pertunangan dan yang nantinya akan di lanjutkan dengan pernikahan.
lelaki itu bernama nurdi dan perempuan itu bernama yanti.
nurdi berprofesi sebagai guru agama sekolah dasar di desanya.
Setelah satu bulan mereka bertunangan, merekapun menikah untuk membangun rumah tangganya.
tidak lama mereka menikah mereka mendapatkan undangan dari temannya yanti yang akan melakukan pernikahan pada hari minggu.
Hari minggupun tiba nurdi dan yanti menghadiri pernikahan temannya,  disana begitu ramai dan yanti sangat senang karana dirinya bertemu teman-teman semasa sekolah dahulu, mereka saling berbincang saling menanyakan dan menceritakan kehidupannya masing-masing.
Teman-teman yanti rata-rata adalah pengusaha atau pedagang yang sukses dalam usahanya, karna di acara itu ramai orang, teman-teman yanti memanfaatkan kondisi tersebut untuk mem-promosikan produknya masing-masing.
yanti di tawari produk kesehatan oleh salah satu temannya yang bernama rani.
rani : ” yanti , apa kamu mau membeli produk sabun kesehatan untuk badan , ini bagus sekali agar menjaga kulit tetap bersih”
yantipun bingung antara ingin membelinya atau tidak karna sebenarnya dia sudah memiliki sabun lain dan fungsinya sama seperti produk yang di tawarkan oleh rani.
dan akhirnya yanti membelinya karna ia pikir dengan membali produk itu ia sudah membantu usaha temannya itu si rani.
tidak lama kemudian teman-nya yanti yang lain datang menghampiri yanti meraka semua menawarkan kertas brosur yang isinya adalah produk atau barang yang mereka jual yaitu  mulai dari produk makanan, minuman, pakaian, bahkan alat kebutuhan rumah tangga seperti mesin cuci,kulkas dan lainnya.
yanti merasa kebingungan namun ia tidak mau mengecewakan teman-temannya apa bila dia tidak membeli produk atau barang yang teman-temannya tawarkan.
lalu akhirnya yanti memutuskan untuk membeli semua produk atau barang itu satu persatu yang di tawarkan oleh teman-temannya sampai uang yang sudah yanti sisihkan untuk kebutuhan 1 bulan terpakai dan hanya menyisahkan uang yang cukup untuk 1 minggu.

setelah acara itu selsai yanti dan nurdi pulang kerumah,di tengah perjalanan pulang yanti menceritakan pada suaminya nurdi bahwa ia sudah membeli banyak barang.
lalu kemudian nurdi bertanya pada yanti.
Nurdi : ” Barang apa saja yang kamu beli memangnya ?”
Yanti : ” Ada banyak , ada 10 produk atau barang yang aku beli di teman-temanku”
Nurdi : ” Kenapa banyak sekali yanti”
Yanti : ” Sebenarnya aku bingung ,dan meraka mengatakan akan kecewa padaku apa bila aku tidak membelinya, dan mereka mengatakan padaku juga bahwa aku akan terlihat di hargai dan hormati oleh mereka jika aku membalinya “
nurdi yang mendengar yanti istrinya itu  mengatakan alasannya tersebut , rasanya begitu kesal dan marah namun nurdi mencoba menahan emosinya lalu mencoba tenang dan menarik nafasnya begitu dalam.
kemudian merekapun sampai di rumahnya.
nurdi ingin sekali memarahi yanti namun ia tidak melakukannya dan mencoba memberikan pengetahuan terhadap yanti dengan cara menceritakan kisah padanya.
nurdi berkata pada yanti.
Nurdi : ” Sini mendekat, akan aku ceritakan sebuah kisah untuk kamu”
yantipun mendekat dan duduk di sebalah nurdi.
Kemudian nurdi memulai kisah tersebut.

Pada waktu itu ada 2 orang manusia dan 1 binatang keledai , 2 orang itu adalah bapak dan anaknya, mereka berencana akan pergi kepasar untuk menjual keledai yang mereka miliki,
keledai itu usianya masih muda dan ukurannya tidak terlalu besar, namun karna kebutuhan hidup akhirnya si bapak ingin menjualnya.

si anak dan si bapak menuntun keledai itu bersama , lalu di tengah perjalannya mereka bertemu segerombolan orang yang baru kembali dari pasar , mereka semua menertawakan si bapak dan si anak dan bertanya padanya ” Kenapa kalian berjalan kaki, bukankah keledai dapat di naiki? terus buat apa kalian membawa keledai kalu hanya berjalan kaki”
Mendengar perkataan tersebut, si bapak dan si anak bergegas menaiki keledai tersbut , namun sayangnya keledai itu tidak cukup besar sehingga terlihat sangat kelelahan.

lalu bebepa waktu kemudian di jalan si bapak dan si anak bertemu kembali dengan orang lain yang kebetulan sedang mencari rumput untuk ternaknya, orang itu berkata ” Ya allah, betapa kasihannya keledai itu sudah berbadan kecil dinaiki dua orang bener-benar manusia yang tidak memiliki kepedulian kepada hewan”
Mendengar ucapan orang tadi si bapak memutuskan untuk turun dari keledai dan membirkan anaknya tetap menaikinya.

Perjalananpun hampir sampai di pasar, si anak dan si bapak bertemu kembali dengan seorang lelaki separuh baya bersama dengan anaknya , Lelaki itu berkata kepada anaknya dengan suara cukup keras ” Lihatlah nak, itulah contoh anak yang tidak bisa berbakti kepada orang tuanya, bapaknya capek menuntun keledai namun sementara dia  nyaman di atas keledai”
Karna mendengar suara yang keras yang di ucapakan oleh lelaki separuh baya itu kemudian si anak turun dari keledai dan berkata kepada si bapak “Sebaiknya bapak saja yang naik di atas keledai ini, biar saya yang menuntun , saya tidak ingin di katakan sebagai anak yang tidak berbakti kepada orangtuanya”

lalu di sepertiga perjalanan si bapak dan si anak mereka kembali bertemu dengan seorang kakek bersama cucunya yang lagi-lagi berbicara mengenai mereka “Lihatlah cucuku itulah contoh ayah yang tidak sayang kepada anaknya, anaknya bersusah payah berjalan sementara ayahnya bersantai ria di atas keledai”

Mendengar perkataan yang telah kesekian kalinya mereka berdua kemudian merenung
si bapak kemudian mengajak berunding anaknya , sebab dari tadi apa yang mereka lakukan serba salah.

Akhirnya si bapak dan si anak sepakat untuk  mengikat kaki keledai tersebut kemudian di panggul-lah oleh mereka berdua keledai itu, dengan harapan mereka adalah mungkin ini cara yang terbaik.

Merasa sudah benar dengan keputusannya si bapak dan si anak dengan percaya dirinya memasuki pasar, dan di dalam pasar mereka mendengar serontak orang-orang menertawakan mereka berdua dan mengatakan “Keledai yang sehat dan bisa berjalan kenapa harus di panggul, akhirnya jadi beban yang memberatkan perjalanan mereka, dasar manusia aneh”

mendengar perkataan tersebut mereka berdua sudah kehabisan akal dan frustasi karna tidak tahu harus bagaimana lagi agar tidak salah dalam mebawa keledai yang mau di jual itu.

dan kisahpun berakhir dengan ketidak berdayaan dan kebingungan si anak dan si bapak yang tidak bisa menyikapi bagaimana harus bertindak atau memutuskan permasalahan yang mereka hadapi.

Kemudian nurdipun mengatakan sesuatu pada yanti
Nurdi : ” Dari kisah barusan , bila kamu tidak memiliki prinsip dalam dirimu sendiri maka kamu akan berakhir sama seperti mereka, yaitu kebingunan dan pada akhirnya akan menghancurkan hidupmu sendiri karna mengikuti apa yang mereka katakan dan tidak berpikir panjang sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu”
kemudian yanti menjawab
Yanti : ” Baik , aku paham sekarang, Terima kasih sudah mengingatkan aku nurdi kamu suami yang baik sekali”
Nurdi : ” Terima kasih kembali istriku”

Catatan Penulis :
Adakalanya tidak semua yang kita dengar dan yang selalu menyalahkan tindakan kita harus kita dengarkan dan ikuti.
Jika kita sudah mengambil suatu keputusan yang dirasa tepat dan terbaik menurut  pengalaman dan keyakinan diri kita maka lakukan saja dan jangan dengarkan perkataan orang lain yang hanya membuat semangat kita menurun atau menjadikan hilangnya semengat tersebut, namun tetap kita butuh kritik dan saran agar dapat mempertimbangkannya tetapi bukan menjadi pengendali tindakan kita.
maka dari itu kita perlu namanya prinsip dalam diri.

Menurut wikipedia, Prinsip itu adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak.

2 thoughts on “Kebingungan yang menghancurkan hidupmu

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: