Sebuah kisah

Menemukan emas

Pagi hari adalah waktu dimana semua banyak orang pada umumnya memulai aktifitasnya. Semua di awali dari pagi hari , bangun pagi, mandi pagi, sarapan pagi  dan hal lainnya.
Kisah ini berawal dari seorang pekerja di perusahaan swasta yang menjalani aktifitasnya di pagi hari, ia bernama raden, pagi itu raden berangkat dari rumahnya menuju tempat ia bekerja yang jaraknya tidak begitu jauh hanya membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk sampai disana,
raden selalu berangkat lebih awal karna ia tidak ingin harus terjebak dalam kemacetan di jalan dan menghindari hal hal yang tak diduga, tidak lama kemudian raden sampai di tempat kerjanya dan bertemu dengan rekan kerja yang lain mereka saling menyapa satu sama lainnya, terlihat rekan rekannya begitu menikmati waktu pagi harinya raden mencium aroma kopi di temani pisang goreng yang masih hangat terlihat asap pada gorengan tersebut.
waktu jam kerjapun di mulai, raden sudah siap memulai perkerjaannya, raden melihat surat mail elekronik yang masuk di akun mailnya, ia mulai melakukan pengecekan satu demi satu dan menandai mana email yang akan di kerjakan dahulu atau di selsaikan masalahnya terlebih dahulu oleh-nya.
dari 10 email permasalahan yang ia dapat , 9 permasalahan yang ada di email sudah ia selsaikan dan hanya menyisasakan 1 permasalahan email , email itu berisi tentang permasalahan pengajuan pengambilan alih layanan dari pihak pertama kepada pihak pengelola kedua, setelah raden pelajari isi email dan berkas yang ada di dalam email tersebut ia-pun segera menghubungi via telepon pihak pendaftar pertama yaitu pak joko untuk memberitahukan surat pengajuan yang ia dapat , terjadi percakapan di antara mereka , percakapan di awali oleh raden ,
raden : ” Selamat pagi pak , saya raden teknisi dari perusahaan jasa pelayanan support and development (PT.SND) , ingin menginformasikan bahwa saya mendapatkan pengajuan pengambilan alih layanan sindangsentosa yang sudah tidak  bapak kelola , berikut saya lampirkan juga data pendukungnya yang dikirimkan pihak pengaju, silahkan  bapak bisa cek di akun email bapak tadi sudah saya kirimkan, apabila sudah tidak ada yang perlu di pertanyakan kembali akan saya proses segera perpindahannya”
Pak jokopun mengecek email yang ia dapat , setelah melihat emailnya pak joko memberikan jawaban kepada raden
pak joko : ” Baik sudah saya terima email dan sudah saya lihat isi emailnya , maaf saya tidak bisa menyetujuinya karna saya tidak mengenal dengan pihak pengaju yang tertulis di dalam surat pernyataan ini” `
radenpun kemudian menjawab
raden : ” Terima kasih pak joko , akan saya sampaikan kembali kepada pihak pengaju mengenai surat pernyataan yang bapak tidak ketahui identitas atau nama yang tertera pada surat pernyataan tersebut, saya akan hubungi bapak kembali nanti , selamat pagi “
telepon-pun berakhir dan raden kemudian menghubungi pihak pengaju yaitu pak jonsen untuk melaporkan hasil dari kominukasi dia dengan pak joko.
Raden : “Selamat pagi pak , bisa berbicara dengan bapak josen, saya raden teknisi dari perusahaan jasa pelayanan support and development (PT.SND) , ingin menindak lanjuti tentang email yang saya dapatkan yaitu  pengajuan pengambilan alih layanan atas nama sindangsentosa , saya ingin menginformasikan bahwa pihak pendaftar pertama menolak untuk menyetujuinya dengan alasan tidak mengenal identitas yang teretara pada surat pernyataannya”
kemudian pak jonsen menjawab
pak jonsen : ” Selamat pagi kembali , baik jika begitu saya akan revisi dengan identitas yang ia kenal “
radenpun menjawabnya kembali
raden : ” Baik pak saya tunggu update data terbarunya,nanti silahkan bisa di kirimkan kembali pak ke email saya “
percakapan dengan pak jonsen via telepon berakhir dan raden menunggu revisi data pengajuan dari pak jonsen kembali.
tidak lama kemudian surat revisi pengajuan terbarupun raden terima dari pak jonsen , dan  pada saat itu juga raden mengecek datanya , setelah itu raden langsung mengirimkan kembali data pengajuan yang sudah di revisi oleh pak jonsen kepada pihak pendaftar pertama yaitu pak joko agar bisa di lihat kembali oleh pak joko surat pernyataannya.
karna belum ada balasan dari email dari pak joko , radenpun menghubungi pak joko via telepon.
raden : ” Selamat siang pak, saya raden teknisi dari perusahaan jasa pelayanan support and development (PT.SND) , ingin menanyakan kelanjutan pengajuan email terdaftar layanan sindangsentosa , saya sudah mengirimkan kembali revisi surat pernyataan dari pihak pengaju apakah sudah di cek pak  ? “
lalu pak joko menjawab
pak joko : ” Siang, sudah saya terima dan sudah saya lihat dan benar saya mengenal identitas yang terlampir di surat pernyataan yang sudah di revisi , namun mohon maaf saya tetap tidak mengijinkannya”
radanpun heran dan bingung dengan jawaban dari pak joko , kemudian raden menjawabnya.
raden : “Mohon maaf pak , kenapa bapak tidak menyetujuinya pak , surat pengajuan sudah di revisi sesuai dengan yang bapa ketahui , apakah ada kendala lain pak ? “
pak joko menjawab
pak joko : ” Tidak ada saya tetap tidak ingin menyetujuinya”
raden menjawab kembali
raden : “Maaf pak bisa informasikan kembali apa alasannya ?  karna saya cek bapak juga sudah tidak melakukan maintenance dan billing pembayaran perpanjangan  layananpun sudah bukan bapak yang proses atau kelola, jadi bila sudah tidak ada kepentingan lagi maka bisa di alihkan pada pihak pengaju pak “
Telepon terputus tiba tiba , tut . . . tut . . tut ( suara telepon terputus) Benar saja pak joko memutusakan percakapan dengan raden , disitu raden merasa begitu kesal kepada pak joko karna sudah tidak bisa di ajak komunikasi dengan baik, namun raden mencoba untuk tenang dan mencoba kembali menghubungi pak joko namun hasilnya tidak ada jawaban karna pak joko selalu menolak telepon dari raden.
raden merasa bingung saat itu , lalu dia berkomunikasi dengan atasannya yaitu pak toni tentang masalah yang sedang ia tanganinya
raden : ” Selamat siang pak toni, saya mau informasikan tentang kasus pengambilan alih layanan dari pihak pendaftar pertama kepada pihak pengaju, saya sudah melakukan komunikasi 2 arah kepada kedua orang tersebut yaitu pak joko selaku pihak pendaftar pertama dan pak jonsen selaku pengaju pengambilan alih layanan,  kasus ini terkedala di pihak pendaftar pertama yang tidak menyetuji untuk di ambil alih layanannya yang sudah ia tidak kelola tanpa alasan yang jelas dan tidak menerima panggilan telepon, seolah hanya mempersulit pihak pengaju “
kemudian pak toni merespon dan menjawab raden
pak toni : ” Raden kita berpacu pada aturan yang ada saja , yaitu bila pihak pendaftar pertama tidak menyetujui maka cukup tidak perlu di proses”
radenpun yang mendengar jawaban pak toni terdiam karna memang benar dalam aturan yang tertulis bahwa tidak bisa di proses pengajuan pengambilan alih layanan bila pihak pendaftar pertama tidak menyetujuinya.
maka situasi seperti itu tidak akan menemukan solusi karna kekuasan penuh ada pada pihak pendafar pertama yang kondisinya tidak lagi ada kepentingan dan sudah tidak bertanggung jawab terhadap layanan tersebut sehingga merugikan pengguna layanan yaitu si pengaju pengambilan alih layanan.
seketika radenpun mendapatkan ide dari permasalahan yang ia hadapinya , raden mencoba berkomunikasi kembali kepada pak toni
raden : ” Pak kenapa kita tidak nenambahkan aturan kembali saja, yaitu yang isinya apa bila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak yaitu contoh disini adalah pak jonson selaku perwakilan perusahaan sindangsentosa dengan karyawan yang mengelola layanan sebelumnya yaitu pak joko yang sudah resign dan tidak ada kepentingan lagi di perusahaan sindangsentosa tersebut dan dalam  artian sudah tidak ada tanggung jawab lagi  , maka layanan bisa di proses langsung oleh kita selaku penyedia layanan jasa support and development (PT.SND). dengan begitu kita memiliki wewenang untuk memprosesnya bila terjadi hal seperti ini , karna bila kita menyerahkan kekuasan penuh pada pihak pendaftar pertama maka tidak ada solusi yang kita dapat , dan merugikan pihak pengaju yang selaku pengguna layanan “
mendengar penjelasan dari raden pak tonipun terdiam lalu kemudian mengatakan sesuatu pada raden
pak toni : ” ide bagus , saya akan pertimbangkan dan coba ajukan ide kamu raden, mudah mudah ini menjadi solusi”
raden yang mendengar hal itu sedikit aga lega karna ia merasa dengan adanya aturan itu yang kemungkinan bisa di terapkan maka akan menghindari kecurangan atau keputusan sepihak dari orang yang tidak bertanggung jawab.
radenpun menunggu hasilnya dari pak toni karna ide itu harus di bicarakan bersama dengan direksi perusahaan apakah bisa di terapkan atau tidaknya, setelah itu karna waktu sudah menunjukan pukul 16.00 Wib yang artinya raden sudah selsai waktu kerjanya maka kemudian redenpun meninggalkan tempat kerjanya dan pulang kerumahnya.

catatan penulis :
“ide yang kamu temukan bisa saja menjadi solusi dari masalah yang kamu hadapi atau orang lain”
“Ide sekecil apapun adalah emas, dia bisa terus mengendap tanpa pernah di temukan, atau bisa di gali dan di pergunakan”

4 thoughts on “Menemukan emas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: