Sebuah kisah

Rejeki yang ditukar

Selama nafas masih berhembus kehidupan masih berjalanjut, setiap makhluk yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezeki masing-masing.
di suatu wilayah yang berada di jawa barat terdapat sungai panjang, sungai itu biasa di pakai untuk mencari ikan , pada waktu itu ada 2 orang pemuda yang bernama iwan dan andre, mereka adalah sahabat yang baru saling mengenal beberapa minggu sebelumnya, karna mereka memiliki hobi yang sama kemudian mereka berdua berencana akan mencari ikan dengan memancing di sungai tersebut , pagi itu mereka berangkat dari rumah bersama sama menuju sungai , sesampainya disana mereka segera menyiapkan alat pancing dan pakan ikan yang akan di kailkan pada ujung jarum kail pancingnya masing-masing, mereka berdua tersadar bahwa alat pancing yang mereka gunakan begitu sama dan mirip baik bentuk besar dan panjangnya bahkan warnapun serupa hingga tak bisa di bedakan sama sekali , mereka berdua sangat senang karna begitu banyak ke samaan pada diri mereka.
Waktu memancingpun di mulai, iwan yang sudah tak sabar langsung melemparkan kail pancingnya ke tengah sungai , begitupun dengan andre mereka berdua sudah memulai memancing.
setengah jam sudah berlalu tidak ada ikan yang menyambar atau memakan pakan yang ada di alat pancing mereka, iwan yang merasa heran dan kesal kemudian berpindah ke tempat lain , sementara andre masih berada di tempat yang sama.
tidak lama kemudian alat pancing andre bergerak dan benar saja setelah di angkat alat pancingnya andrepun mendapatkan ikan yang memakan pakan yang ada di jarum kail pancingnya, andre mengucapkan “alhamdulillah” dengan wajah tersenyum.
iwan yang melihat andre begitu merasa kesal, karna dirinya masih belum mendapatkan ikan.
kemudian iwan meminta andre untuk berpindah tempat karna iwan ingin mencoba memancing di tempatnya andre dengan harapan iwan mendapatkan ikan seperti andre.
mereka berduapun saling berpindah tempat, iwan di tempatnya andre dan sebaliknya andre di tempatnya iwan.
namun hasilnya sama saja yaitu andre yang mendapatkan ikan kembali di tempatnya iwan, sementara iwan masih belum ada ikan satupun yang memakan pakannya.
melihat hal itu iwanpun semakin marah dan kesal ia tidak habis pikir kenapa selalu andre yang mendapatkan ikan.
Tidak terasa waktu sudah menunjuk-kan pukul 12.00 Wib suara adzan terdengar , andre yang mendengar suara tersebut segera bersiap siap meninggalkan alat pancingnya dan menuju ke tempat iwan dan mengajaknya untuk pergi menjalankan ibadah sholat dzuhur, namun iwan menolak ikut dengan andre dan mengatakan “silahkan kamu pergi duluan saja” dan andrepun meninggalkan iwan.
setelah itu iwan sendirian berada di sungai itu iwan memperhatikan alat pancingnya sendiri dan juga alat pancing milik andre, tidak lama kemudian iwan melihat alat pancing andre bergerak setelah di angkat ternyata benar ada ikan yang tersangkut , iwanpun merasa bingung kenapa selalu andre yang mendapatkan ikan dan ia pun mengambil ikan yang tersangkut tersbut dan ikan itupun di simpan oleh iwan agar andre tidak mengetahuinya.
karna iwan merasa bahwa alat pancing miliknya tidak membawa keberuntungan maka iwan menukar alat pancing andre dengan alat pancing milik iwan yang masih lengkap dengan pakan di kail pacingnya.
10 menit sudah berberlu andrepun kembali ke sungai dan kembali duduk di dekat alat pancingnya, tidak lama andre menunggu ada ikan yang memakan pakannya kembali, andre begitu kesulitan menarik alat pancingnya terasa berat dan seakan ada sesuai yang besar yang menarik kail pancingnya dan benar saja andre mendapatkan ikan yang cukup besar ukurannya 10 kali lipat dari ikan yang di dapatkan sebelumnya, andre begitu senang dengan apa yang dia dapatkannya.
iwan yang melihat andre hanya bisa diam dan tak berkata apa apa , ia tidak menyangka bahwa andre akan mendapatkan ikan yang besarnya 10 kali lipat dari yang sebelumnya.
lalu setelah itu andre kembali nyiapkan pakan baru yang akan di kailkan ke alat pancingnya namun andre merasa heran melihat jarum kail , dan sisa pakan yang ada di jarum kail alat pancingnya , jarum kail yang andre gunakan ukurannya kecil namun ini ukurannya 5 kali lipat dari ukuran jarum kail yang ia miliki dan pakan ikannyapun hanya cacing biasa yang ukurannya hanya cukup untuk jarum kail yang sesuai dangan pakan yang kecil.
andrepun tidak ingin memikirkan terus hal itu dan kemudian memilih untuk memancing kembali dan meminta pakan ikan pada iwan yang sesuai dengan ukuran jarum kail alat pancingnya, dan iwanpun memberikan pakan tersebut pada andre.
kemudian mereka berdua kembali memancing hingga sore hari dan akhirnya mereka selsai dan kembali pulang kerumahnya masing-masing.

Catata penulis :
“orang alim bilang ,  Jika engkau tidak tahu alamat rizkimu, janganlah takut, karena rizkimu tahu dimana alatmatmu. Jika engkau tidak sampai kepada rizkimu, niscaya rizkimu akan sampai kepadamu”.
dari kisah di atas kenapa andre mendapatkan ikan 10 kali lipat lebih besar dari ikan sebelumnya karna sebelumnya iwan sudah menukar alat pancing miliknya dengan alat pancing andre yang sebanarnya alat pancing andre hanya menggunakan jarum kail ukuran kecil sehingga hanya bisa di makan oleh ikan ukuran kecil saja , sedangkan alat pancing milik iwan memiliki jarum kail ukuran besar dan yang bisa memakannya ialah ikan yang ukurannya besar sesuai dengan jarum kail alat pancing tersebut, andai saja iwan bisa lebih bersabar mungkin ikan besar itu sudah menjadi miliknya sehingga tidak akan terjadi rejeki yang ditukar, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari kisah di atas. terima kasih

Tinggalkan Balasan